dengan muka rindu engkau datang padaku
dengan senyum manis engkau hapus gerimis
manjamu menghapuskan curiga
yang tersisa didada
aku terbelenggu dalam cintamu yang membiru
aku pun tak tau didalamnya samudra birumu
yang jelas aku tau engkau bukan seutuhnya mencintaiku
engkau masih bersamanya
masih juga menyimpan cinta untuknya
lantas aku engkau jadikan roda yang tersimpan rapi
yang kau tak tahu bahwa aku sakit hati
apakah cinta mengalahkan segalanya
ataukah engkau yang mempunyai cinta istimewa
menjadikan samudra menyatu dengan gunung
hanya engkaulah yang mengetahui
Sabtu, 09 Juni 2012
Bangun Teriakan Lawan
kapan kalau tidak sekarang
apa kau cukup dengan tidurmu
apa kau cukup dengan sombongmu
apa engkau dungu dengan kemajuan zaman
apa kau cukup dengan tidurmu
apa kau cukup dengan sombongmu
apa engkau dungu dengan kemajuan zaman
zaman telah berubah
sekarang bukan di majapahit
sekarang di era SBY
sombongmu tak bisa engkau jual kawan
tangismu tak akan lagi didengar
bahkan darahmu taklagi merah
sekarang kita bangun dan menatap masa depan
bukan dia sebagai lawan tapi sebagai kawan
bangun, teriakan LAWAN
Langganan:
Komentar (Atom)